Ketika menjemput Haznan siang tadi (Selasa 14/07/2009) jam 11.00, ada pemandangan yang tidak menjadi perkiraanku sebelumnya. Tadinya aku membayangkan Haznan sedang duduk sendirian, celingak celinguk mencari-cari orang yang dia kenal untuk membawanya pulang sekolah. Ternyata dia, anak lanangku yang baru dua hari ini menjadi siswa kelas 1 SD Budi Mulia Dua (BMD) Jogja, sudah menggandeng tangan Pak Uun, pria yang setiap hari mengantarkan pulang anak sulungku Vattaya.
Dia yang memakai seragam sopir SD BMD, melihat kedatanganku di lantai dua gedung barat komplek Yayasan BMD Seturan tersebut. Langsung aku sambut tatapan Pak Uun dengan acungan jari telunjuk di bibir menandakan isyarat agar dia diam, biar Haznan tidak tahu kedatanganku. Aku mendekati Pak Uun yang tangannya digandeng Haznan tersebut, sambil berucap: ’’Haznan mau pulang bareng siapa? Papah atau Pak Uun?’’ (Kayaknya) Tanpa berpikir panjang, Haznan menjawab: ’’Sama Pak Uun aja aku pulangnya.’’ Fiuh... Jawaban itu yang aku mau. Berarti gampang saja ’’melepas’’ atau menyapih Haznan agar terbiasa diantar pulang Pak Uun. (iwa)
Tuesday, July 14, 2009
Sudah Nggandheng Tangan Pak Uun
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment